Sabtu, 23 Januari 2010

Awal Mula Terbentuknya Desa Pekondoh Kecamatan Waylima

Oleh : Andi Munandar Glr. Bunga Bangsa


Sejarah Terbentuknya Desa Pekondoh, wilayah desa Pekondoh awalnya adalah tempat berkebun dan bertani (menggarap sawah) bagi warga yang tinggal di Umbulan Lubuk Khimput1, yang sekarang lebih dikenal dengan Padang Khincang2 yang merupakan Pedukuhan Desa Kuta Dalom Kecamatan Way Lima Kabupaten Pesawaran. Warga yang bertempat di Umbul tersebut adalah kumpulan keluarga Hi. Salam. Keluarga ini berasal/pindahan dari Badak, salah satu Desa yang berada di Kecamatan Cukub Balak Kabupaten Tenggamus. Perpindahan disebabkan meletusnya gunung Krakatau tahun 1883. Perpindahan penduduk dari satu tempat ke tempat lain dikenal dengan istilah Lampung Pesisir NYUSUK yaitu perpindahan guna mencari tempat lahan pertanian dan berkebun baru yang lebih baik, luas serta subur. Hi. Salam membuka lahan hutan balantara untuk berkebun/bertani dengan jarak ± 500 meter dari tempat tinggalnya. Hari demi hari, bulan demi bulan, tahun demi tahun hutan belantara menjadi sebuah perkebunan dan sawah yang subur dengan dialiri air sungai berasal dari gunung Pesawakhan. Aliran air sungai ini adalah salah satu sungai dari lima sungai yang ada di wilayah Way Lima. Dengan kejernihan air sungai, Hi. Salam dan keluarga berpindah ke lokasi tempat berkebun/bertani. Pertama kali membuat pemukiman di Pekon-doh adalah di pinggir sungai, tepatnya dekat Lubuk Kibau1(d). Dengan Perkembangan pemukiman ini banyak ditunggui oleh ahli saudara (keturunan) Hi. Salam, hingga sekarang ini sebagai tanda, beliau membangun sebuah masjid yang bernama As- Salam dan sebagai tanda jasanya warga Desa Pekondoh memberi nama jalan utama desa dengan nama Jalan Hi. Salam. (sumber: cerita beberapa warga yang tinggal di Desa Pekondoh) Catatan 1. a. Umbulan : tempat yang dihuni hanya beberapa (sedikit) keluarga b. Lubuk : tempat yang dalam (di sungai, telaga atau laut) c. Khimput : d. Kibau : Kerbau 2. Pedukuhan yang warganya dari 5 desa berdekatan dengan desa Pekondoh. 3. Hi. Badrul MH. Skripsi, Moralitas Dalam Tingkah Laku Masyarakat Adat Lampung Pesisir Way Lima, Tahun 1985, Hal. 81.


Demografi


Keadaan penduduk di Desa Pekondoh 70 % suku Lampung Pesisir yang berasal dari Kecamatan Cukub Balak. Perpindahan ini diakibatkan meletusnya gunung Krakatau tahun 1883. 25 % suku Jawa, berasal dari Jawa Tengah dan 5 % penduduknya berasal dari Kabupaten Banten.


Kepemerintahan



  • Tahun 1902 – 1944 Desa ini dipimpin oleh Kepala Desa Bapak Burhan.

  • Tahun 1945 – 1950 Kepala Desa dijabat oleh Bapak Syarfuddin gelar Batin Pengikhan.

  • Tahun 1951 – 1958 Kepala Desa dijabat oleh Bapak Bapak Arisam

  • Tahun 1959 – 1963 Kepala Desa dijabat oleh bapak Syamsuddin yang dikenal dengan nama panggilan bapak Jais.

  • Tahun 1964 – 1973 Kapala Desa dijabat oleh Bapak Jahari

  • Tahun 1974 – 1999 Kepala Desa dijabat oleh Bapak Ubaidillah Ihsan

  • Tahun 1999 – 2008 Kepala Desa dijabat oleh Bapak Mas’ud Rais

  • Tahun 2008 – sekarang Kepala Desa dijabat oleh Bapak Subhan Wijaya Ubaidillah.


Agama dan adat istiadat


Penduduk Pekondoh 100 % beragama Islam. Setiap Pedukuhan memiliki sarana tempat ibadah (masjid/musholla) untuk melaksanakan kewajiban selaku pemeluk Agama Islam. selain itu, Masjid/musholla dipergunakan juga sebagai sarana belajar mengaji (belajar Kitab Suci Al Quran). Pendidikan Desa Pekondoh memiliki 2 (dua) Sekolah Dasar (SD) yaitu ; SD Negeri 1 dan SD Negeri 2 Pekondoh. Tingkat pendidikan warga desa pekondoh sampai tahun 2009.


Beragamnya suku warga Desa Pekondoh membuat keharmonisan yang saling tukar informasi, saling menghargai dan saling bertoleransi. Setiap kegiatan Desa, masyarakat selalu musyawarah mufakat dan bergotong royong.

1 komentar:

  1. asal mua terbentuknya desa baturaja ada gak bang??? mohon diupload..terima kasih...^_^

    BalasHapus